0201 UTS 07TPLE014 Keamanan Komputer
Nama : Nurul Hidayat
Nim : 171011401792
Kelas : 07TPLE014
Mata
kuliah : Keamanan Komputer
Dosen : Rengga Herdiansyah, A.Md.,
S.Kom., M.Kom.
SOAL UTS!
1.
Di dalam keamanan computer, apa yang perlu diamankan dan diamankan dari apa?
2. Bagaimana solusi mengatasi ancaman dari
kategori ancaman yang ada?
3. Jelaskan secara singkat metode-metode keamanan
komputer yang ada saatini?
4. Sebutkan dan jelaskan secara singkat
macam-macam virus yang ada sampai saat ini?
5. Mengapa diperlukannya cryptography dalam
keamanan komputer?
6. Apa yang dimaksud dengan error detection?
Mengapa perlu melakukan error detection?
7. Dengan cara apamelakukan error detection itu?
8. Ilustrasikan bagaimana cara kerja metode
Huffman dalam melakukan compression?
9. Ilustrasikan bagaimana cara kerja metode Lossy
dan Lossless dalam melakukan compression?
10. Ilustrasikan bagaimana cara kerja metode Run-Length
Encoding Type 1 dan Type2 dalam melakukan compression?
Jawab!
1.
Yang perlu diamankan dari ancaman :
- Perangkat
Keras
- Perangkat
Lunak
- Perangkat
Manusia
Sistem
keamanan komputer merupakan
sebuah upaya yang dilakukan
untuk mengamankan kinerja dan proses komputer.
Penerapan computer security dalam kehidupan
sehari-hari berguna sebagai
penjaga sumber daya sistem
agar tidak digunakan, modifikasi, interupsi, dan
diganggu oleh orang yang tidak berwenang.
Keamanan bisa diindentifikasikan dalam masalah
teknis, manajerial, legalitas, dan politis.
2.
Solusi mengatasi ancaman dari kategori ancaman yang ada (computer) :
- Gunakan
selalu Incognito mode saat berada di luar
Saat
berpergian, kalian terkadang memerlukan komputer
atau laptop seperti untukmengakses
email dan media sosial.
Untuk melakukan aktivitas
tersebut, maka dibutuhkan jaringan internet.Fitur
Incognito mode sangat berguna ketika mengakses
data penting saat berselancar internet, terutama
di tempat publik. Saat masuk dalam mode ini,
kalian tidak perlu terlalu mengkhawatirkan data
yang tersimpan, bahkan saat lupa menekan tombol logout.
Incognito mode adalah fitur privasi pada situs web untuk
menonaktifkan history dan cache browsing.
- Pakai
Antivirus
Saat
membeli komputer baru, banyak orang
khawatir mengenai fitur keamanannya. Kekhawatiran
tersebut membuat mereka memasang beberapa
aplikasi keamanan sekaligus seperti antivirus dan antispyware.
Padahal, hal ini akan membebani kinerja komputer yang berimbas pada
performa.
- Selalu update
OS dan Aplikasi
Ada
sejumlah orang yang tidak peduli terhadap
versi terbaru OS atau aplikasi yang
digunakan pada komputer. Berbagai alasan
dituturkan seperti proses update lama hingga
kinerja komputer akan menurun. Menggunakan
versi terbaru OS dan aplikasi merupakan salah
satu cara untuk membuat komputer tetap
aman. Selain terkait dengan keamanan, proses update
terutama OS justru akan meningkatkan performa
computer.
- Ganti
password secara berkala
Mengganti
password secara berkala setiap enam bulan hingga satutahun sekali sangat
dianjurkan. Selain itu, sebaiknya gunakan password kuat
dengan berbagai kombinasi di dalamnya seperti huruf, angka dan
simbol.
- Backup data
dan dokumen penting
Jika
kalian sering bekerja secara offline, pasti
akan menyimpan data dan dokumen pada drive
penyimpanan yang tersedia. Untuk
mencegah kehilangan data yang disebabkan berbagai hal,
kaliandapat melakukan proses backup. Saat ini ada banyak
layanan cloud seperti OneDrive atau Dropbox
untuk menyimpan data dan dokumen secara online.
Bagi yangjarang terhubung keinternet, bisa
menyimpan data-data tersebut pada flashdisk atau hard disk eksternal.
- Jangan
sembarangan melakukan pembayaran online
Gunakan
platform e-Commerce terpercaya dalam melakukan sistem pembayaran. Untuk
mencegah penipuan,hindari memberikan data pribadi dan nomor rekening pada
saat berbelanja secara pribadi.
3. Metode-metode Keamanan
Komputer
Berdasarkan level, metode pengamanan komputer dibedakan berdasarkan level
keamanan, dan disusun seperti piramida, yaitu :
- Keamanan
Level 0, merupakan
keamanan fisik (Physical Security)
atau keamanan tingkat awal. Apabila keamanan fisik sudah terjaga maka
keamanan di dalam computer juga akan terjaga.
- Keamanan
Level 1, terdiri dari database
security, data security, dan device security.
Pertama dari pembuatan database dilihat apakah menggunakan aplikasi
yang sudah diakui
keamanannya. Selanjutnya adalah
memperhatikan data security yaitu pendesainan
database, karena
pendesain database harus
memikirkan kemungkinan keamanan dari
database. Terakhir adalah device security yaitu adalah
yang dipakai untuk keamanan dari database tersebut.
- Keamanan
Level 2, yaitu keamanan dari segi keamanan jaringan. Keamanan ini sebagai
tindak lanjut dari keamanan level 1.
- Keamanan
Level 3, merupakan information security.
Informasi –informasi seperti kata sandi yang
dikirimkan kepada teman atau file –file
yang penting, karena takut ada orang yang tidak sah mengetahui
informasi tersebut.
- Keamanan
Level 4, keamanan ini adalah
keseluruhan dari keamanan level1 sampai
level 3. Apabila ada satu dari
keamanan itu tidak terpenuhi maka keamanan level 4
juga tidak terpenuhi.
4.
Macam-macam Virus Komputer yaitu:
- Worm
Sebetulnya
virus Worm tidaklah terlalu berbahaya. Namun, jika terus dibiarkan, ia punya
kemampuan menggandakan diri secara cepat sehingga menyebabkan memori dan
hardisk komputer kamu jadi penuh. Biasanya jenis virus komputer ini menginfeksi
komputer yang terhubung dengan internet dan mempunyai email. Sebagai cara
mengatasinya, kamu disarankan untuk rajin melakukan scanning komputer
dengan menggunakan program Antivirus Avast.
- Trojan
Sama
seperti Worm, virus Trojan juga umumnya menyerang komputer yang terhubung
dengan jaringan internet serta melalui email yang diterima pengguna.
Jenis virus computer satu ini akan mengontrol bahkan hingga mencuri data
yang ada pada komputer kamu. Tujuannya tentu untuk mendapatkan
informasi dari target, seperti password dan sistem log. Untuk mengatasi
virus Trojan, kamu bisa mencoba menggunakan software bernama Trojan Remover.
- FAT Virus
Merupakan
singkatan dari File Allocation Table (FAT), jenis virus komputer satu
ini bersifat merusak file pada penyimpanan tertentu. Apabila ada file kamu
yang terkena virus ini, maka file akan disembunyikan oleh virus sehingga
seolah-olah file tersebut menghilang. Jadi, apabila ada file kamu yang
mendadak menghilang, bisa jadi penyebabnya adalah virus FAT ini. Rutinlah
menggunakan antivirus untuk mengatasi virus jenis ini.
- Memory
Resident Virus
Target
dari memory resident virus lebih spesifik karena diciptakan untuk menginfeksi
memori RAM komputer kamu. Efeknya, performa komputer kamu akan jadi sangat
lambat dan biasanya virus ini juga akan menginfeksi program-program
komputer. Biasanya jenis virus ini akan aktif secara otomatis ketika
komputer kamu dinyalakan. Agar memory resident virus ini bisa diatasi,
kamu bisa memasang antivirus seperti Smadav atau Avast pada komputer kamu.
- Macro Virus
Jenis
virus komputer satu ini cenderung menyerang file-file yang bersifat makro seperti
.pps, .xls, dan .docm. Umumnya, virus macro sering kali datang melalui
email yang kami terima. Jadi, agar terhindari dari virus macro, kamu
dianjurkan untuk lebih waspada dan berusahalah sebaik mungkin untuk
menghindari pesan asing yang masuk ke email. Jangan menekan link yang kamu
dapatkan dari pengirim asing. Lalu, pastikan juga kamu rajin
melakukan scan komputer dengan program antivirus.
- Multipartite
Virus
Bersembunyi
di dalam RAM, virus multipartite biasanya menyerang sistem operasi pada program
tertentu. Apabila dibiarkan, jenis virus komputer ini bisa merambah
ke bagian hardisk sehingga akan menyerang komputer dengan cepat. Efeknya
tentu saja mengganggu performa RAM dan hard disk komputer kamu. Bahkan
terkadang beberapa aplikasi tidak akan bisa dibuka karena terserang virus
multipartite. Untuk cara mengatasinya, defrag hard disk dan scan komputer
dengan antivirus secara teratur.
5. Mengapa Cryptography diperlukan
:
- Menjaga
kerahasiaan/privacy/confidentiality informasi terhadap akses pihak-pihak yang
tidak memiliki kewenangan terhadap informasi tersebut.
- Menjaga keutuhan informasi (integrity)
sehingga informasi yang ditransmisikan tidak mengalami perubahan baik oleh
pihak yang tidak berhak ataupun sesuatu hal lain (misalnya transmisi yang
buruk).
- Memastikan identitas (otentikasi)
baik orang, mesin, program ataupun kartu bahwa memang pihak
yang benar-benar berhak/asli/yang dimaksud. Otentikasi dapat juga
digunakan untuk menyamarkan identitas (anonimity) terhadap yang tidak
berhak.
- Mencegah penyangkalan
(non-repudiation) bahwa data tersebut memang benar adalah data yang
dikirimkan oleh pihak pengirim.
6. Error
Detection adalah proses pelacakan kesalahan selama transmis data
berlangsung, yaitu perubahan satu atau beberapa bit dari nilai “1″ ke “0″
atau sebaliknya. contoh : parity check, BSC, CRC.
Mengapa
perlu melakukan Error detection?
Dalam
proses pengiriman data, sering kali terjadi kesalahan atau error pada
bit-bit frame yang dikirimkan. Sehingga menyebabkan data yang dikirim mengalami perubahan,
kerusakan, hilang, atau terduplikasi. Perlu dilakukan pengecekan
terhadap data untuk mendeteksi adanya error.
7. Cara
untuk melakukan Error Detection
- Parity Check
Konsep
umum dari parity check adalah sebuah sistem yang membuat pihak
terminal tertuju tahu bahwa data yang iya terima tersebut sama atau tidak
dengan data yang dikirim oleh terminal pengirim.
- Cyclic
redundancy check (CRC)
Cyclic
redundancy check (CRC) adalah metode yang umum digunakan untuk mendeteksi
error. CRC beroperasi pada sebuah frame/block.
- Kode Hamming
Kode
Hamming adalah seperangkat koreksi kesalahan kode yang dapat digunakan untuk
mendeteksi dan memperbaiki kesalahan bit yang dapat terjadi ketika
data komputer dipindahkan atau disimpan.
8. Cara Kerja Metode
Huffman :
Path pada Huffman Tree diberi label. Yang ke kiri diberi label 0 dan yang ke
kanan diberi label 1
Hasil kompresi didapat dengan menelusuri path dari root sampai ke simpul daun
(simpul yang tidak punya anak)
Contoh :
String yang dikompres adalah AKUSUKASASA
Hitung jumlah pengunaan dari setiap karakter,
didapat :
A muncul 4 buah
K muncul 2 buah
U muncul 2 buah
S muncul 3 buah
Buat simpul untuk setiap karakter.
Simpul diurutkan berdasarkan jumlah penggunaan dari
kiri ke kanan secara descending
2 simpul yang terkecil (2 simpul paling kanan) digabungkan, sehingga membentuk
simpul baru
Simpul baru ini diposisikan sejajar dengan
simpul-simpul sebelumnya yang tidak ikut digabungkan
Simpul diurutkan berdasarkan jumlah penggunaan dari
kiri ke kanan secara descending
Simpul yang terkecil (2 simpul paling kanan) digabungkan, sehingga membentuk
simpul baru
Simpul baru ini diposisikan sejajar dengan
simpul-simpul sebelumnya yang tidak ikut digabungkan
Simpul diurutkan berdasarkan jumlah penggunaan dari kiri ke kanan secara
descending
2 simpul yang terkecil (2 simpul paling kanan) digabungkan, sehingga membentuk simpul baru
Simpul baru ini diposisikan sejajar dengan simpul-simpul sebelumnya yang tidak ikut digabungkan
A – 1
S – 01
K – 000
U – 001
AKUSUKASASA =
1000001010010001011011
9. Metode Lossy
Suatu metode kompresi data yang menghilangkan sebagian “Informasi” dari file
asli selama proses kompresi berlangsung dengan tidak menghilangkan (secara
signifikan) informasi yang ada dalam file secara keseluruhan.
Contoh: pada kompresi file gambar, audio, video.
Metode Lossy (2)
Biasanya teknik ini membuang bagian-bagian data yang sebenarnya tidak begitu
berguna, tidak begitu dirasakan, tidak begitu dilihat, tidak terdengar oleh
manusia sehingga manusia masih beranggapan bahwa data tersebut masih bisa
digunakan walaupun sudah dikompresi.
Contoh: Mp3, streaming media, JPEG, MPEG, dan WMA
Metode Lossless
Metode kompresi data di mana tidak ada “Informasi” / data yang hilang atau
berkurang jumlahnya selama proses kompresi, sehingga pada proses dekompresi
jumlah bit (byte) data atau informasi dalam keseluruhan file hasil sama persis
dengan file aslinya.
Teknik ini digunakan jika dibutuhkan data setelah dikompresi harus dapat
diekstrak/dekompres lagi tepat sama.
Contoh : *.zip, *.rar, document file (*.doc, *.xls, *.ppt), file executable
(*.exe)
10. Metode
Run-Length Encoding Type 1 dan Type 2
dalam melakukan compression :
- Metode Run-Length Encoding Tipe 1
Kompresi data teks
dilakukan jika ada beberapa huruf yang sama yang ditampilkan
berturut-turut (min 4 huruf):
RLE tipe 1 [karakter yg berulang + “!” + jumlah perulangan karakter]. Minimal
terdapat 4 karakter yang berulang berurutan.
Mis: Data: PPPPPPPPPPPPPQQQQQQQPPPRRRRRR =29 karakter
RLE tipe 1: P!13Q!7PPPR!6 = 13 karakter
Contoh lain: AB12CCCC5D3EEEEEFGJ
- Metode Run-Length Encoding Tipe 2
RLE 2 menggunakan flag
bilangan negatif untuk menandai batas sebanyak jumlah karakter agar terhindar
dari ambigu
RLE tipe 2 [indeks karakter yg berulang (ditulis ditempat yg tidak menimbulkan
ambiguitas) & jumlah perulangan karakter+karakter yang berulang].
Misal data : ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 karakter
RLE tipe 2: AB8CDEF4G = 9 karakter
Misal data : AB12CCCCDEEEF = 13 karakter
RLE tipe 2: -4AB124CD3EF = 12 karakter
Misal data : AB12CCCC5D3EEEEEFGJ = 19 karakter .





Comments
Post a Comment